' Pembangunan Gedung Baru IMTelkom : Tiang itu sudah dipancang


**Tampil Maksimum Pada Mozilla Firefox Seri 3 Keatas, Safari, Opera & Chrome
Pembangunan Gedung Baru IMTelkom : Tiang itu sudah dipancang PDF Print E-mail
There are no translations available.

Lama digadang-gadang, ditimang, dan dirancang, akhirnya tiang pertama pun dipancang. Ya, setelah direncanakan sejak 2007, akhir-nya pembangunan gedung baru Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) resmi dimulai, Kamis (15/10). Pembangunan gedung yang sudah lama diidam-idamkan segenap civitas academica IM Telkom itu, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama oleh Direktur Human Capital and General Affair PT Telkom, Ir. Faisal Syam.

Dalam acara yang dihadiri beberapa pejabat Telkom, pimpinan YPT (Yayasan Pendidikan Telkom) Grup, muspika, mahasiswa, serta sejumlah undangan lain, Rektor IM Telkom Dr. Asep Suryana Natawiria, MM, de-ngan penuh semangat menegaskan, acara hari itu adalah momentum yang membanggakan sekaligus salah satu tonggak penting sejarah perjalanan IM Telkom dalam menjalankan rencana jangka panjangnya meraih mimpi menjadi World Class University (WCU). ”Yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan gedung baru IM Telkom adalah harus dilakukannya sebuah transformasi berlandaskan tiga isu utama, yaitu tuntutan masyarakat, tuntutan mutu, dan tuntutan kemandirian karena lahirnya UU BHP (Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan),” kata Asep, seraya menambahkan, proses transformasi memang harus dilakukan, karena pertumbuhan dan perkembangan IM Telkom demikian pesat.


Bagaimana tidak, pada 2007 saat masih bernama STMB Telkom (Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom) jumlah mahasiswa hanya 413, kemudian di tahun 2008 setelah menjadi IM Telkom bertambah menjadi 613 mahasiswa, dan pada 2009 mahasiswanya berjumlah 1.200 orang. Program studinya pun berkembang pesat dari semula hanya 1 menjadi tujuh prodi (S1 MBTI/Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Administrasi Niaga, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Akuntasi, D3 Manajemen Pemasaran, dan S2 Magister Manajemen). Bahkan mulai tahun ajaran 2009/2010, IM Telkom melengkapi-nya dengan menambah satu kelas internasional untuk S1 MBTI, yang kurikulum, dosen, infrastruktur, dan mahasiswanya berstandar interna-sional.
Tidak hanya perubahan dari sisi kelembagaan yang bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut, secara kualitas pun IM Telkom terus menggeliat. Dari semula sekadar menggunakan tool standar mutu Malcolm Baldridge, IM Telkom melangkah lebih jauh pada tahun 2009 dengan mulai memakai ISO 9001-2008. Maka salah satu konsekuensi pemenuhan kebutuhan peningkatan mutu tersebut adalah tersedianya sarana gedung pendidikan yang mandiri. Lantaran kebutuhan akan hal itu sudah sangat mendesak, maka pembangunan gedung IM Telkom yang representatif dan integratif sebagai sarana kegiatan belajar mengajar yang sudah direncanakan sejak tahun 2007, akhirnya mulai direalisasikan tanggal 11 Maret 2009. Prosesnya diawali dengan tender yang diikuti 11 kontraktor berkelas nasional, dan pemenangnya adalah kontraktor kelas kakap Waskita Karya.

Terkait pembangunan gedung baru IM Telkom, Dedi Supriadi, Direktur Administrasi dan Mutu YPT, mengungkapkan, “Master plan gedung baru IM Telkom sesungguhnya sudah disetujui sejak tahun 2007. Pertimbangan pembangunan gedung baru itu dilatarbelakangi pertumbuhan jumlah mahasiswa IM Telkom yang dari tahun 2004 hingga 2008 mencapai 283 %. Jumlah mahasiswa IM Telkom yang semula ratusan menjadi ribuan cuma dalam jangka waktu sekitar empat tahun. Kemudian ruang kuliah yang masih tersebar di tiga tempat berbeda, yaitu di Jalan Geger Kalong Hilir, Jalan Suci, dan Jalan Setiabudi, Bandung, sangat berdampak pada kurang efisiennya mobilitas pegawai, tenaga pengajar, dan mahasiswa.” Semula gedung baru itu akan dibangun dan dikembangkan di Jalan Geger Kalong Hilir, namun terjadi perubahan yang berdampak langsung pada kebijakan tersebut, yakni keluarnya Perda No. 21 tahun 2009 tentang pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bandung Utara yang hanya memperbolehkan permukiman Kawasan Dasar Bangunan (KDB) maksimal 30 % dari lahan yang tersedia. Sementara bangunan IM Telkom yang ada telah mencapai luas 30 % lebih, sehingga jika ditambah bangunan baru akan melampaui batas ketentuan yang diperbolehkan. Alhasil, diperlukan perluasan lahan untuk pembangunan gedung baru IM Telkom. Masalahnya, perluasan di kampus satu di Jalan. Geger Kalong Hilir itu sudah sangat sulit, karena tidak banyak masyarakat yang mau menjual tanahnya, sementara dana YPT juga terbatas. Padahal, kebutuhan gedung baru sudah sangat mendesak. Maka berdasarkan kesepakatan bersama IM Telkom dan YPT, diputuskan pembangunan gedung baru IM Telkom dipindahkan ke lahan yang sudah tersedia dan arealnya cukup luas di kawasan kampus terpadu Telkom di Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung.


Sebagai Rektor IM Telkom, Asep Suryana Natawiria berharap, gedung baru itu  bisa menjadi sumbangan bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya bagi perkembangan dunia pendidikan di kota Bandung. Diungkapkannya, gedung baru IM Telkom itu terdiri atas 5 lantai, dengan luas seluruh bangunan mencapai 8.300 m². Ditargetkan rampung tahun depan, bangunan dengan konstruksi tahan gempa yang menelan biaya hampir Rp 38 miliar itu sudah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar sebagian mahasiswa IM Telkom pada 2010.


Menyinggung obsesi besar pembangunan gedung baru IM Telkom, Faisal Syam mengucapkan selamat kepada YPT Grup yang sudah bisa merealisasikan sebagian dari rencana besar pembangunannya serta cita-cita untuk menjadikan kawasan pendidikan terpadu Telkom menjadi kota mandiri. ”Bahkan tidak menutup kemungkinan kawasan pendidikan terpadu Telkom ini menjadi landmark tersendiri di kota Bandung,” ucapnya membakar semangat jajaran YPT Group. ”Saya juga mengacungkan empat jempol bagi YTP Grup yang dipimpin Pak Hery, yang berhasil membangun lembaga dari kondisi minus menjadi surplus, disertai dengan peningkatan mutu lulusan serta raihan berbagai prestasinya, sehingga pencapaian target WCU agaknya bisa lebih dipercepat,” kata Faisal Syam menunjukkan apresiasinya, ”Dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung IM Telkom, semoga menjadi gedung yang menggambarkan implementasi tingkat teknologi yang digunakan serta bisa menjadi media regenerasi bagi pimpinan Telkom di masa datang.” Gedung baru IM Telkom agaknya memang bukan sekadar bangunan fisik semata. Pasalnya, di sana tersimpan berjuta asa segenap civitas academica-nya, utamanya buat menggapai masa depan yang lebih menjanjikan

 
viagra information | buy viagra online | cheap cialis online | real viagra | cheap cialis | order viagra online | viagra samples canada | buy cialis no prescription | cialis online no prescription | generic viagra no prescription | cialis sales | cheap viagra | discount cialis | generic cialis `