Bandung (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, menyatakan Provinsi Jawa Barat sangat potensial menjadi basis sarjana wirausaha.
"Jawa Barat ini sangat potensial dan dengan sedikit sentuhan saja akan menjadi bagus, ini dilihat dari kreativitas dan daya inovasi yang sebagian besar dimotori mahasiswanya," kata Sjarifuddin Hasan, di Bandung, Sabtu.
Menkop dan UKM memberikan arahan kebijakan di seminar nasional dan bedah Kisah Perjalanan Pengusaha UKM Start Right Now (Be Entrepreneur) di Institut Manajemen Telkom.
Dikatakan, Bandung merupakan kota yang kreatif dalam segala hal dari mulai seni, keartisan, hingga industri kreatif yang lain.
Oleh karena itu, ia meyakini potensi mahasiswa dan calon sarjana dari Bandung dapat menjadi wirausaha-wirausaha baru.
"Entrepreneur tidak harus padat modal, sarjana atau mahasiswa sudah mempunyai modal `knowledge` yang merupakan modal yang paling berharga untuk menjadi entrepreuner," katanya.
Ia mengatakan, sampai saat ini komposisi atau jumlah entrepreneur di Indonesia masih jauh dari ideal yakni sekitar 0,18 persen atau sekitar 400.000 dari seluruh jumlah penduduk.
Jumlah itu masih jauh dari ideal karena semestinya jumlah wirausahawan di tanah air mencapai 4,4 juta orang, kata Menteri.
"Suatu negara untuk menjadi makmur minimun jumlah entrepreneurnya dua persen dari jumlah penduduk," katanya.
Sebagai catatan, di Amerika Serikat pada 2007 sudah memiliki 11,5 entrepreneur dan Singapura pada 2005 memiliki entrepreneur sekitar 7,2 persen dari total jumlah penduduknya.
"Saya lihat sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang sudah diwisuda masih berstatus jobles," kata Sjarif.
Oleh karena itu, pihaknya bertekad menjadikan sarjana agar memiliki visi untuk menciptakan pekerjaan bukan sekadar mencari pekerjaan.
Tekad itu ia wujudkan melalui salah satunya kunjungannya dari kampus ke kampus, salah satunya Institut Manajemen Telkom di Bandung.
Perjalanan itu akan berlanjut ke kampus yang lain dan akan dimulai dari Kota Bandung.



