|
There are no translations available.
Bagi orang-orang yang telah lama berkecimpung di suatu organisasi atau perusahaan, tentu sudah sangat paham dengan mekanisme kerja yang ada. Namun seringkali dengan padatnya rutinitas setiap hari, membuat mereka lupa melakukan dokumentasi terhadap apa yang telah dikerjakan. Padahal pendokumentasian penting untuk menjamin kesesuaian antara proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu (dispesifikasikan).
Melihat pentingnya melakukan pendokumentasian ini, maka IM Telkom sebagai salah satu intitusi pendidikan terkemuka telah melakukan “Kick Off Implementasi ISO 9001-2008,” Selasa (6/10), yang diikuti oleh seluruh jajaran IM Telkom. “Para pelaksana dari tingkat bawah hingga tingkat atas tidak bisa memungkiri bahwa selama ini mereka melakukan tugas sebagai rutinitas. Mereka mungkin belum mengetahui bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan harus didokumentasikan menurut pola standar tertentu untuk memenuhi kebutuhan persyaratan tertentu yang berkaitan dengan tingkat mutu pelayanan, kualitas produk perusahaan, kinerja pegawai, tingkat tunjangan ke-sejahteraan, dan lain sebaginya,” terang Rektor IM Telkom, Dr. Asep Suryana Natawiria, MM.
Mengingat tidak sedikit prosedur yang harus dilakukan, maka Rektor mengajak semua jajaran di bawahnya untuk terlibat dengan penuh rasa tanggung jawab. “Perlu keterlibatan semua bagian dalam mengimplentasikan ISO untuk menjaga IM Telkom tetap bertahan dan terus berkembang. Oleh sebab itu, IM Telkom harus menjadi sebuah institusi bermutu dengan visi jangka panjang, sehingga masyarakat tidak melihat IM Telkom hanya karena di belakangnya ada embel-embel Telkom, melainkan karena kualitas yang dimilikinya,” tegas Asep. Sebelum mengimplementasikan ISO, sebagai pendahuluan perlu dilakukan lima hal, yaitu perubahan prilaku, peningkatan disiplin, saling mengingatkan jika terjadi pelanggaran, tidak mudah tersinggung bila mendapat koreksi, dan kerja lebih profesional. Manfaat lain penerapan ISO adalah, akan memberikan dampak kepada peningkatan kepercayaan pelanggan, jamin-an kualitas produk dan proses, peningkatkan produktivitas perusahaan dan “market gain”, meningkatkan motivasi, moral dan kinerja karyawan sebagai alat analisa kompetitor perusahaan, meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok, meningkatkan cost efficiency dan keamanan produk, meningkatkan komunikasi internal, meningkatkan image positif perusahaan, sistem terdokumentasi, serta media untuk pelatihan dan pendidikan.
“Jika implementasi ISO sudah berjalan dengan baik, diharapkan standar mutu IM Telkom juga bisa lebih baik lagi, karena setelah ISO menunggu sederet target selanjutnya yang harus dicapai, seperti akreditasi lembaga, marketing, dan lain-lain,” ujar Asep. Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Implementasi ISO, Ir. Yudi Pramudiana, MM, menjelaskan, proses ini sangat berkaitan dengan citra institusi dan identik dengan dunia persaingan usaha, serta yang menjadi sasaranya adalah tata kelola, akuntabilitas, pencitraan publik, daya saing, serta ditunjang dengan kondis internal yang baik. Untuk memperlancar pencapaian tujuan tersebut, maka telah dibentuk tim audit internal beranggotakan 11 orang. “Tiap unit akan melakukan lima hingga enam proses kegiatan, karena tiga bulan setelah kick off akan diadakan evaluasi. Bila dirasa masih kurang, maka akan diadakan assessment training,” pungkas Yudi. (*)
|