' Orasi Gubernur JABAR pada Wisuda IMTELKOM : JADILAH JOB CREATOR, BUKAN JOB SEEKER


**Tampil Maksimum Pada Mozilla Firefox Seri 3 Keatas, Safari, Opera & Chrome
Orasi Gubernur JABAR pada Wisuda IMTELKOM : JADILAH JOB CREATOR, BUKAN JOB SEEKER PDF Print E-mail
There are no translations available.

Dalam sebuah negara yang normal, diperlukan sedikitnya 20 persen warga negaranya yang menjadi pengusaha. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para wisudawan Institut Manajemen Telkom (IM Telkom). Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dalam orasi ilmiahnya pada Wisuda Program Magister Manajemen (Fakultas Bisnis Telekomunikasi dan Media) dan Strata 1 (Program Studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika) IM Telkom Tahun Akademik 2008/2009, Sabtu (21/11), di gedung Saraswati-Gegerkalong. “Bagaimana tidak menjadi tantangan, karena baru 0,18 persen warga Indonesia yang menjadi pengusaha. Itu pun kebanyakan pengusaha kelas menengah ke bawah,” kata Heryawan dalam orasinya yang berjudul “Kebijakan Pemda dalam Mendorong Tumbuhnya Bisnis di Jawa Barat”.

Lebih lanjut Gubernur menyatakan, menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi seorang pe-ngusaha, tapi lebih luas lagi, yakni bagaimana menjadi seseorang yang bisa memperhitungkan masalah kehidupan. Salah satu jalan untuk menghasilkan seorang entrepreneur memang melalui jalur pendidikan formal, bahkan dunia pendidikan bisa dikatakan berhasil ketika sanggup menghasilkan kaum intelektual dan kaum usahawan sekaligus.

Oleh sebab itu, Heryawan me-ngucapkan terima kasih kepada PT Telkom melalui YPT, khususnya IM Telkom, yang telah peduli pada dunia pendidikan di Jawa Barat dan telah menelurkan banyak lulusan yang sanggup berkiprah di berbagai bidang usaha. Dia mengharapkan, di masa mendatang lebih banyak lulus-an IM Telkom menjadi job creator daripada job seeker.  Karena, ia yakin, iklim pendidikan di IM Telkom selain mengasah otak, juga me-ngasah kemampuan wira usaha para mahasiswanya. Sebab, “Peluang untuk menjadi kaya lewat dunia usaha lebih besar daripada dunia pekerja,” ujar pria kelahiran Sukabumi empat puluh tiga tahun lalu itu.

Hal senada disampaikan Rektor IM Telkom, Dr. Asep Suryana Natawiria, MM dalam sambutannya. Menurutnya, dari total populasi penduduk yang mencapai lebih dari 222 juta jiwa, Indonesia membutuhkan empat juta lebih wirausahawan. “Menciptakan entrepreneur adalah cara tepat dalam mengatasi pe-ngangguran di Indonesia, dengan menghasilkan pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja. Untuk menjadi negara maju, minimal jumlah wirausahawan Indonesia sekitar 2 persen dari total populasi penduduk. Di Indonesia, jumlah wirausahawan baru sekitar 0,18 persen dari total populasi,” tegas Asep, “Bagi para lulusan yang akan berwirausaha, menjadi wirausahawan merupakan pilihan tepat. Apabila saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan sebesar 7 persen, maka lapangan usaha sangat terbuka luas.”

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YPT Indra Utoyo menyampaikan, eksistensi IM Telkom sangat tergantung dari alumni dan manajemen pengelolaannya. Terlebih dalam bisnis ICT (Information and Communication Technology) yang terus berkembang diperlukan sumber daya manusia yang mau terus meng-up grade diri. Contohnya PT Telkom yang terus menyesuaikan diri deng-an perkembangan lingkungan deng-an mengubah logo dan melakukan transformasi dari sekadar industri telekomunikasi menjadi pemberi pelayanan ICT terintegrasi yang menuntut kreativitas tinggi dan pendidikan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, institusi pendidikan di bawah YPT harus bisa menghasilkan lulusan yang mempunyai kreativitas tinggi dan jiwa wirausaha yang mumpuni.  

Pada wisuda kali ini, IM Telkom meluluskan 118 wisudawan yang terdiri dari 52 pria dan 66 wanita. Lulusan terbaik pertama dari jenjang S1 diraih Gugi Anugrah, dengan IPK 3,76. Sedang terbaik pertama S2 disabet Rizal Akbar yang mengantongi IPK 3,92. Keduanya diganjar hadiah uang dua juta rupiah, ponsel Flexi, dan televisi 21 inchi. Menyusul terbaik kedua dan ketiga S1 adalah Ummi Sia dan Afifah Mafazaty. Sementara terbaik kedua dan ketiga S2 ditempati Chandra Tamrin dan Carissa Paramita. Masing-masing urutan terbaik kedua dan ketiga itu dihadiahi uang satu juta setengah dan sejuta rupiah serta ponsel Flexi dan cendramata.
Adapun lulusan cum laude untuk S1 sebanyak 19 orang dan seorang dari S2. Lulusan S1 tercepat dan termuda dipegang Muhardi dan Adhi Wijaya (21 th), serta lulusan S2 tercepat dan tertua adalah Rizal Akbar dan Sudrajat (54 th).

Orasi ilmiah Gubernur Jabar tentang kewirausahaan dalam wisuda IM Telkom, bisa jadi, terkait dengan pembicaraan saat jajaran IM Telkom melakukan audiensi dengan Ahmad Heryawan di rumah dinas gubernur di Gedung Pakuan, Jalan Otista 1 Bandung, Selasa (3/11). Dalam audiensi itu, Heryawan mengungkapkan, “Jawa Barat sangat memerlukan pe-ranan institusi yang mengembangkan ICT seperti IM Telkom dalam menunjang pembangunan wilayah-nya. Banyak prospek bisnis yang bisa dikembangkan di Jabar dalam rangka meningkatkan perekonomian melalui sistem pengembangan Unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM).”
Sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis ICT dan entrepreneurship, dia sangat mengharapkan IM Telkom bisa ikut berperan meningkatkan perekonomian masyarakat Jabar melalui program dan pola pembangunan yang dikembangkan Pemprov Jabar, terutama peran IM Telkom untuk memperkuat sisi manajemen Usaha Kecil dan Mene-ngah yang menjadi roda penggerak perekonomian di tingkat daerah dan pedesaan.

Rombongan IM Telkom terdiri dari Rektor Dr. Asep Suryana Natawiria, MM, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir. Sulaeman, MM, Direktur Kemahasiswaan Ir. Listyo Dwi Harsono, MT, Kepala Bagian BTM dan Advisor International Class Cahyono Jatmiko, serta Sekretaris Rektor Helni MJ, SH, MH. Rombongan didamping Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Dr. Wahyudin Zarkasyi. (*)

 
cialis online no prescription | buy viagra | cheap cialis | real viagra | cheap viagra for sale | discount cialis | cheap cialis pills | cialis generic india | order viagra | viagra samples canada | viagra price | cialis sales | cialis no prescription | free viagra online | viagra generic `