Hire Me

TESCA 2013

Selamat dan Sukses atas prestasi IM Telkom meraih peringkat 2 Tesca 2013 (Telkom Smart Campus Award) untuk kategori Institut.

Meet Me

 ISO 9001.2008

Selamat atas keberhasilan IM Telkom dalam mempertahankan konsistensi implementasi ISO 9001.2008. Semoga makin maju dan sukses.

Pengukuran Efektivitas Social Media

 oleh : Alila Pramiyanti, S.Sos, M.Si

Komunikasi pemasaran adalah suatu usaha untukmenginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupuntidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran merupakan sarana di mana perusahaan dapat membangun hubungan dengan konsumen. Kegiatan komunikasi pemasaran merupakan bagian penting daristrategi pemasaran.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, maka kegiatan komunikasi pemasaran pun dapat dilakukan secara online. Hal ini membuat biaya komunikasi pemasaran menjadi lebih efisien atau bahkan sama sekali tanpa biaya. Salah satu media online yang tengah menjadi tren adalahsocial media. Bahkan, beragam literatur mengatakan bahwa saat ini omunikasi antarmanusia telah didominasi komunikasi virtual dalam social media.
Munculnya social media merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ini pula yang membuat penggunaan social media untuk mengkomunikasikan suatu produk semakin menjadi tren di Indonesia. Maka, tidak dapat dimungkiri bahwa strategi social media marketing akan terus berkembang.
Hal ini tentunya membuka peluang social media marketing sebagai salah satu bahan kajian di komunikasi pemasaran. Peluang bertambahnya kajian me-ngenai social media marketing tersebut tentunyaakan menambah warna pada ranah penelitian Ilmu Komunikasi, khususnya yang berkaitan dengan bidang komunikasi pemasaran.
Sebagaimana halnya sebuah penelitian, maka peneliti yang tertarik dengan social media marketing harus dapat memahami dengan cermat alat ukur atau metrik yang akan digunakan. Istilah alat ukur yang digunakan untuk mengukur efektivitas komunikasipemasaran suatu produk melalui social media adalah social media metrics. Jadi, social media metrics memiliki peluang untuk menjadi tren dalam penelitian komunikasi pemasaran.
Sementara itu, tren social media di Indonesia saat ini sangat membutuhkan pengukuran yang cepat dan akurat, sehingga sebuah perusahaan yang ingin memperkenalkan merek dan produk secara cepat memerlukan alat pengukuran atau social media metrics yang tepat. Penggunaan social media metrics ini penting untuk mengetahui efektivitas program social media marketing yang dilakukan pemasar, sehingga dapat secara jelas diketahui apakah suatu program perlu dipertahankan, diperbaiki atau malah dihapuskan. Salah satu pengukuran yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan social media analytic tools seperti google analytics, click, hubspot, dan lain-lain.
Namun menurut penulis, penelitian mengenai efektivitas social media dengan menggunakan aplikasi social media analytic memiliki beberapa kendala. Kendala pertama, peneliti dengan latar belakang Ilmu Komunikasi akan mengalami kesulitan dalam memahami social media analytic, karena akan berkaitan dengan bahasa bahasa algoritma. Kendala lainnya, peneliti harus dapat menginterpretasikan datadata yang dihasilkan. Kendala berikutnya dalam pengukuran social media di Indonesia, seperti diungkapkan Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan (dalam www.antaranews. com) adalah dalam hal bahasa. Terdapat dua solusi untuk mengatasi kendala pertama dan kedua. Solusi pertama adalah dengan terus mempelajari social media analytic dan membuka wawasan untuk memahami perkembangan social media. Solusi kedua adalah mengukur efektivitas social media berdasarkan aspek-aspek dari Brian Solis yang merupakan seorang analis ahli digital.
Solis (2011:326) dalam bukunya Engage! Mengatakan bahwa pengukuran social media memiliki beberapa makna. Pertama, untuk mengetahui terpaan (exposure) yang menunjukkan sejauh mana perusahaan, merek atau organisasi berhasil menciptakan eksposur isi dan pesan melalui saluran social media. Kedua, keterlibatan (engagement) untuk mencari tahu tentang siapa, bagaimana, dan dimana orang berinteraksi dengan konten atau terlibat dengan organisasi.
Ketiga, mengetahui sejauh mana pengaruh (influence) de-ngan memahami sejauh mana eksposur dan keterlibatan kon-ten social media organisasi mempengaruhi persepsi dan sikap audience. Karakteristik social media adalah adanya kemampuan pelanggan yang aktif untuk terlibat dalam membuat konten, sehingga perusahaan akan memiliki kesempatan untuk lebih melibatkan pelanggan dan mengajak pelanggan menjadi active endorser atau disebut earned media. Keempat, aksi (action) untuk mengetahui tindakan – jika ada – target pasar sebagai hasil dari upaya social media sebuah organisasi.
Sedangkan kendala bahasa dapat diatasi dengan hadirnya Mediawave, yang merupakan social media monitoring yang dapat melakukan pengukuran social media dalam bahasa Indonesia. Pengukuran fundamental seperti “positive, neutral atau negative mentions” dilakukan dengan menangkap semua percakapan konsumen di social media, seperti di Facebook dan Twitter serta media lain di Indonesia seperti portal berita, video, foto, dan lain-lain.
Hal ini tentu saja harus dieks-plorasi lebih jauh dan mendalam sebelum akhirnya dapat dijadikan sebuah model untuk mengukur efektivitas social media sebagai strategi komunikasi pemasaran. Para akademisi dan praktisi komunikasi pemasaran pun harus terus meningkatkan kemampuan dan wawasan mengenai social media yang akan terus berkembang.(*)


Penulis : Dosen Prodi Ilmu Komunikasi IM Telkom. Tulisan dipresentasikan pada Seminar Nasional : “Meningkatkan Daya Saing Penelitian Komunikasi di Kancah Global” di Universitas Pelita Harapan, 10 – 11 Februari 2012



index pengumuman akademik

Tulisan Dosen

Teliti Green Marketing Property

Lebih dari itu, bangunan ini harus hemat listrik, tak menggunakan teknologi yang berimbas pada perusakan lapisan ozone, serta pembuangan limbah yang ramah lingkungan dengan adanya sumur resapan. ...

Readmore

Tak Rugi Dengan Bursa Terintegerasi

oleh : Tieka Trikartika Gustyana, SE, MM

Sudah dua hari ini, Norman uring-uringan. Pialang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengalami kerugian gara-gara salah mengambil keputusan. Alhasil, ...

Readmore

Design Strategy: Dongkrak Performa Bisnis Industri Kreatif

oleh : Siska Noviaristanti, S.Si, MT

Januari 2008, Samsung Electronics memenangkan 32 penghargaan inovasi dan rekayasa desain dalam Consumer Electronic Show, event terbesar dunia di bidang ...

Readmore

Branding Itu Penting

Oleh : Indira Rachmawati, ST, MSM

Mempromosikan merk sebuah produk tidaklah mudah. Dibutuhkan marketing andal untuk mempromosikan merk hingga menjadi sebuah brand. Tanpa brand yang kuat, produk ...

Readmore

Pengukuran Efektivitas Social Media

 oleh : Alila Pramiyanti, S.Sos, M.Si

Komunikasi pemasaran adalah suatu usaha untukmenginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupuntidak langsung tentang produk dan ...

Readmore

API – CMS : Kian Mudahnya Delivery Service

Sebagian warga kota pasti sering menggunakan jasa layanan pesan antar produk. Biasanya, selain pengiriman paket, layanan pesan antar makanan menjadi salah satu alternatif pilihan warga yang malas ...

Readmore

Pasarkan Produk dengan Budaya

Bagi masyarakat perkotaan, kehadiran internet adalah hal baru yang kini semakin lumrah digunakan. Perannya dalam mempermudah berbagai hal telah menjadikannya sebagai salah satu aplikasi teknologi ...

Readmore


index tulisan dosen

Contact us

Welcome to Institut Manajemen Telkom.

Address: Jalan Telekomunikasi, Ters. Buah Batu Dayeuh Kolot Bandung 40257.

Tel: +(62) 22 7503509.

Fax: +(62) 22 7505522.

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Prodi IM Telkom