Hire Me

TESCA 2013

Selamat dan Sukses atas prestasi IM Telkom meraih peringkat 2 Tesca 2013 (Telkom Smart Campus Award) untuk kategori Institut.

Meet Me

 ISO 9001.2008

Selamat atas keberhasilan IM Telkom dalam mempertahankan konsistensi implementasi ISO 9001.2008. Semoga makin maju dan sukses.

Profit dan Benefit Community Marketing

Profit dan Benefit Community Marketing

Oleh: Dr. Ir. Yudi Pamudiana, MM., MT.

Apakah Anda tergabung dalam suatu komunitas yang berkaitan dengan sebuah industri atau produk? Komunitas merupakan suatu kumpulan orang yang memiliki minat, tujuan, maksud, hobi, atau keinginan yang sama.Misalnya komunitas sepeda, didalamnya tentu berisi orang-orang yang punya fanatisme dengan dunia sepeda, baik mengayuh sepeda, kolektor sepeda, atau lainnya. Mereka memiliki kegemaran dan minat yang sama, yakni sepeda.

Dalam dunia marketing, komunitas menjadi salah satu aspek yang sangat penting karena dapat menjadi media sekaligus juga obyek dalam memasarkan suatu produk. Pendekatan ini kemudian berkembang menjadi disiplin community marketing. Community marketing kemudian menjadi populer setelah Kotler (2008) memperkenalkan framework holistic marketing dalam buku teks pemasaran yang ditulisnya bersama Keller. Salah satu elemen dalam holistic marketing adalah mengelola stakeholder relationship dimana salah satunya melalui pendekatan community marketing.

 Dalam community marketing, komunitas dimanfaatkan sebagai target market untuk meningkatkan sales dan juga sebagai target audience untuk meningkatkkan efektivitas komunikasi. Berdasarkan cara berdirinya, ada dua dua kategori komunitas, yakni yang berdiri sendiri hasil dari inisiatif pelanggan atau pengguna produk, dan komunitas yang sengaja diciptakan perusahaan sebagai ajang pendekatan terhadap pelanggan.

Untuk komunitas yang berdiri sendiri atas inisiatif orang-orang yang memiliki hobi sama, cukup menguntungkan bagi perusahaan. Terlebih komunitas ini biasanya sudah memiliki keterikatan (engagement) dengan nama produk, misalnya komunitas dari salah satu merek mobil tertentu. Perusahaan hanya butuh membina, dengan men-support berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas tersebut. Sementara bagi komunitas yang dibentuk perusahaan (supported by company), biasanya perlu ada benefit-benefit yang ditawarkan perusahaan bagi anggota komunitas. Maka, untuk komunitas seperti ini, perusahaan membutuhkan usaha dan modal lebih agar komunitas tetap kuat.

Ada beberapa keuntungan bagi perusahaan ketika mengimplementasikan community marketing.Pertama, pengidentifikasian kebutuhan pelanggan menjadi lebih spesifik. Bisa dikatakan perusahaan memiliki sumber informasi mengenai pelanggan yang akurat, ketika memiliki community marketing yang kuat. Ia bisa mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan dari spesifikasi produk yang ditawarkan. Setelah proses identifikasi kebutuhan pelanggan menjadi lebih spesifik, maka dalam proses pengembangan produk (development product) pun menjadi lebih customized, mudah dan khusus.

Kedua, perusahaan dapat memudahkan pengkomunikasian spesifikasi produk yang diinginkan oleh pelanggan. Pasalnya, dalam komunitas akan terjadi komunikasi lateralsecara mulut ke mulut (word of mouth) untuk menginformasikan produk dari anggota yang sudah memakainya ke anggota yang belum memakai. Jadi, dalam komunitas, antara anggota yang sudah menjadi pelanggan dengan yang masih diprospek menjadisatu dan ada komunikasi yang intens diantara mereka.

Dengan adanya komunikasi lateral antar anggota kelompok, pelanggan dapat mengetahui informasi tentang produk yang benar. Pasalnya, pada saat ini pelanggan berada dalam situasi clutter information dimana terlalu banyak informasi yang diperoleh pelanggan baik melalui iklan, online, sales marketing langsung, televise dan lain-lain. Hal ini tentu saja menyulitkan pelanggan mana saja yang tell the truth. Oleh karena itu, informasi yang berasal dari komunitas biasanya lebih meyakinkan pelanggan. Selain itu, sifat iklan (promosi) berbeda-beda, ada yang provokatif, standar, biasa-biasa saja, dan lain-lain. Hal ini sering membingungkan pelanggan yang akan membeli produk.

Ketiga, memudahkan dalam proses pendistribusian produk. Melalui komunitas, perusahaan dapat mengetahui jumlah pasti produk yang harus dipasarkan, karena datanya jelas. Sementara jika dipasarkan secara umum, data pelanggan tidak pasti.Keempat, feedback dari konsumen dapat diperoleh dengan mudah melalui community marketing, sebagai alat uji kepuasan. Dari feedback bersifat positif seperti kepuasan pelanggan, hingga feedback negatif seperti kritik terhadap kelayakan sebuah produk, dapat diperoleh langsung. Feedback yang jelas, mudah, cepat dan terarah dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk pengembangan produk kedepannya, sehingga dapat meminimalisir kerugian.

Kelima, secara keseluruhan kegiatan community marketing mampu men-generate revenue yang lebih besar buat perusahaan namun tidak membutuhkan terlalu banyak biaya sehingga mampu menghemat selling and administrative expense. Hasilnya community marketing berpeluang untuk memperbaiki tingkat keuntungan (profit) perusahaan. Oleh karena itu bagi perusahaan, community marketing dapat memberikan profit yang lebih tinggi, sedangkan bagi komunitas, Mereka akan mendapatkan value yang lebih besar dibandingkan dengan hanya menjadi pelanggan individual (stand alone customer). Misalnya, adanya privilege khusus yang ditawarkan perusahaan atau dukungan lebih perusahaan dalam kegiatan-kegiatan di komunitas.

Artinya, dalam community marketing, ada simbiosis mutualisme bagi komunitas maupun perusahaan. Perusahaan mendapat profit lebih besar ketika melayani komunitas disbanding pelanggan individual dan pelanggan yang bergabung dalam komunitas mendapat value lebih besar berupa benefit dibanding ketika dia tidak menjadi anggota komunitas. Dengan demikian ada proses transaksi (take and give) yang seimbang.(*)



index pengumuman akademik

Tulisan Dosen

Teliti Green Marketing Property

Lebih dari itu, bangunan ini harus hemat listrik, tak menggunakan teknologi yang berimbas pada perusakan lapisan ozone, serta pembuangan limbah yang ramah lingkungan dengan adanya sumur resapan. ...

Readmore

Tak Rugi Dengan Bursa Terintegerasi

oleh : Tieka Trikartika Gustyana, SE, MM

Sudah dua hari ini, Norman uring-uringan. Pialang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengalami kerugian gara-gara salah mengambil keputusan. Alhasil, ...

Readmore

Design Strategy: Dongkrak Performa Bisnis Industri Kreatif

oleh : Siska Noviaristanti, S.Si, MT

Januari 2008, Samsung Electronics memenangkan 32 penghargaan inovasi dan rekayasa desain dalam Consumer Electronic Show, event terbesar dunia di bidang ...

Readmore

Branding Itu Penting

Oleh : Indira Rachmawati, ST, MSM

Mempromosikan merk sebuah produk tidaklah mudah. Dibutuhkan marketing andal untuk mempromosikan merk hingga menjadi sebuah brand. Tanpa brand yang kuat, produk ...

Readmore

Pengukuran Efektivitas Social Media

 oleh : Alila Pramiyanti, S.Sos, M.Si

Komunikasi pemasaran adalah suatu usaha untukmenginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupuntidak langsung tentang produk dan ...

Readmore

API – CMS : Kian Mudahnya Delivery Service

Sebagian warga kota pasti sering menggunakan jasa layanan pesan antar produk. Biasanya, selain pengiriman paket, layanan pesan antar makanan menjadi salah satu alternatif pilihan warga yang malas ...

Readmore

Pasarkan Produk dengan Budaya

Bagi masyarakat perkotaan, kehadiran internet adalah hal baru yang kini semakin lumrah digunakan. Perannya dalam mempermudah berbagai hal telah menjadikannya sebagai salah satu aplikasi teknologi ...

Readmore


index tulisan dosen

Contact us

Welcome to Institut Manajemen Telkom.

Address: Jalan Telekomunikasi, Ters. Buah Batu Dayeuh Kolot Bandung 40257.

Tel: +(62) 22 7503509.

Fax: +(62) 22 7505522.

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Prodi IM Telkom