INA
PDF Cetak Email

KEMBALI NORMALNYA PASOKAN BBM KE SPBU TIMIKA


 

KEMBALI_NORMALNYA_PASOKAN_BBM_KE_SPBU_TIMIKATimika - Papua kembali normal sejak Senin (20/2). Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar ke tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Timika. Masing-masing SPBU tersebut mendapat alokasi premium sebanyak 21 ton.

Kepala Jober Pertamina Timika, Abdul Gassing kepada ANTARA di Timika, Rabu mengatakan selama dua hari terakhir pihaknya memasok 66 ton premium dan 31 ton solar per hari untuk tiga SPBU di Timika yaitu SPBU Nawaripi, SPBU Jalan Hasanuddin Sempan dan SPBU Timika Jaya-SP2.

"Sejak Senin sebetulnya sudah normal, tapi karena warga panik jangan-jangan tidak dapat BBM maka terjadi antrian panjang di SPBU. Ada juga yang antri berulang-ulang untuk dijual kembali. Maka kami minta hal ini untuk ditertibkan," jelas Gassing.

Ia mengatakan, pekan lalu persediaan premium dan solar di depot Jober Pertamina Pelabuhan Paumako Timika sempat menipis sehingga dilakukan pembatasan suplai premium dan solar ke SPBU di Timika.

Penyebab menipisnya persediaan premium dan solar di Timika karena kapal yang membawa BBM terlambat tiba di Pelabuhan Paumako akibat cuaca buruk di laut.

Menurut Gassing, salah satu kapal sewa Pertamina sedianya mengambil BBM di Pelabuhan Wayame Ambon, namun karena dihantam gelombang tinggi di Laut Arafura, kapal tersebut mengalami kerusakan dan diperbaiki di Kaimana. Setelah kondisinya sudah bagus, kapal tersebut mengisi BBM di Kaimana untuk selanjutnya dibawa ke Timika.

Gassing mengatakan, direncanakan pada Rabu malam nanti sebuah kapal pengangkut BBM juga akan tiba di Pelabuhan Paumako Timika. Kapal tersebut membawa 700 ton premium dan 1.000 ton solar.

General Manajer SPBU Nawaripi Timika, Syaefuddin mengakui selama beberapa hari terakhir terjadi antrian panjang kendaraan yang mengisi BBM di SPBU Nawaripi lantaran berkurangnya pasokan premium dari Jober Pertamina Timika dari biasanya 21 ton per hari menjadi 10 ton.

 

"Menurut informasi yang kami terima seperti itu dan kondisi itu bukan saja menghambat pasokan BBM ke Timika tetapi juga bahan kebutuhan pokok, semen dan lain-lain yang didatangkan dari luar daerah," tutur Syaefuddin.

Dari laporan yang diterima pihak pengelola SPBU Nawaripi, berkurangnya pasokan BBM tersebut karena kapal pengangkut BBM dihantam badai gelombang tinggi di perairan Laut Aru hingga Laut Arafura mengingat kapal-kapal pengangkut BBM ke Timika mengambil BBM di Ambon dan Tual, Maluku Tenggara.