|
|
|
|
There are no translations available. Hadapi UN Dibutuhkan Peran Orang Tua
Mukomuko - Peran para orang tua di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dibutuhkan memberikan penguatan pengetahuan bagi anaknya agar mereka memiliki kesiapan dalam mengikuti ujian nasional."Peran orang tua menjelang ujian nasional (UN) sangat dibutuhkan untuk anaknya penguatan pengetahuan agar mereka lebih siap," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko Hartoso melalui Sekretarisnya Nur Hasni di Mukomuko, Selasa (7/2).
Hal ini disampaikan oleh dinas pendidikan setempat dalam kegiatan sosialisasi kepada orang tua siswa peserta UN mulai dari tingkat SD hingga SMA di daerah ini.
Sosialisasi UN yang diikuti oleh orang tua siswa peserta UN itu digelar di lima kecamatan di daerah ini, yakni Kecamatan Pondok Suguh, Penarik, Lubuk Pinang, Ipuh, dan KOta Mukomuko.
"Dua dari lima kecamatan tujuan sosialisasi UN, yakni Kecamatan Pondok Suguh dan Penarik telah dilakukan kini tinggal tiga kecamatan lagi," ujarnya.
Tidak hanya pejabat pejabat dinas pendidikan setempat yang memberikan motivasi dan dorongan bagi orang tua peserta UN, tetapi Bupati Mukomuko Ichwan Yunus ikut serta dalam kegiatan itu.
"Bupati juga ikut memberikan motivasi agar orang tua siswa memberikan pengawasan bagi anaknya menjelang UN," ujarnya.
Ia berharap, setelah mengikuti sosialisasi, orang tua bisa menindaklanjutinya dengan rutin memberikan pangawasan di rumah bagi anaknya karena siswa lebih banyak berada di luar ketimbang di sekolah.
Razia Siswa Jelang UN Sementara itu pengawasan siswa menjelang UN pada malam hari dilakukan oleh satuan polisi pamong praja (Satol PP) setempat yang dimulai sejak Senin (6/1) malam agar siswa tidak berkeliaran.
Patroli malam bagi siswa di daerah ini mulai dilakukan sejak pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB," kata Kepala Seksi Operasi, Ketentraman, dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Mukomuko Dodi Leo.
Sasaran razia personel Satpol PP itu bagi semua siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di daerah ini terutama siswa yang menjadi peserta ujian nasional (UN).
"Semua siswa yang berkeliaran pada malam hari akan ditangkap terutama bagi siswa kelas enam untuk tingkat SD, kelas sembilan SMP, dan kelas tiga untuk SMA.
Sedangkan Razia yang dilakukan pada malam hari itu oleh Satpol PP itu dilakukan di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko yang menjadi pusat ibukota kabupaten.
Kegiatan razia yang dilakukan oleh Satpol PP menjelang UN itu merupakan tindak lanjut dari surat tugas dari sekretaris daerah setempat yang menginginkan pada malam hari siswa berada di rumah untuk belajar.
"Perintah itu dari Sekda bagi siswa agar mereka tidak berkeliaran apalagi menjelang UN ini," kata dia menambahkan.
Selain razia malam hari bagi siswa, kata dia, kegatan serupa juga berlaku bagi masyarakat yang melakukan pesta minuman keras, mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, dan berduaan yang bukan suami istri.
"Razia ini memang khusus bagi pelajar tetapi jika ditemukan aktivitas pelanggaran lain tetap akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya menambahkan.
|