ENG
PDF Print E-mail
There are no translations available.

SANTUNAN RP83,30 MILIAR DIBAYAR JASA RAHARJA NTB


 

SANTUNAN_RP8330_MILIAR_DIBAYAR_JASA_RAHARJA_NTBMataram - Membayar klaim santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas sebesar Rp83,30 miliar oleh PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Barat selama empat tahun terakhir, 2008-2011.

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTB Hairul Aswan di Mataram, Rabu, mengatakan, klaim santunan pada 2008 sebesar Rp11,73 miliar untuk 1.368 korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia, biaya pengobatan korban luka-luka, cacat tetap dan bantuan biaya penguburan.

Klaim santunan sebesar itu meningkat 100 persen lebih pada 2009 menjadi sebesar Rp23,88 miliar untuk 1.870 korban meninggal dunia, biaya penguburan korban luka-luka, santunan korban cacat tetap dan bantuan biaya penguburan.

"Peningkatan jumlah klaim santunan yang cukup besar itu selain akibat kenaikan jumlah korban kecelakaan lalu lintas juga disebabkan naiknya tarif klaim santunan yang cukup besar, kata Hairil didampingi Kepala Unit Humas dan Hukum I Ketut Suwana.

Pada 2010 terjadi peningkatan jumlah korban kecelakaan lalu lintas baik yang meninggal dunia, luka-luka maupun cacat tetap menjadi 1.940 orang yang berdampak terhadap peningkatan klaim santunan menjadi Rp26,07 miliar.

Namun pada 2011 terjadi penurunan yang cukup signifikan menjadi Rp21,63 miliar, karena terjadi penurunan jumlah korban menjadi 1.532 orang baik yang meninggal dunia, luka-luka maupun cacat tetap.

Demikian juga dalam sebulan terakhir, Januari 2012 jumlah klaim santunan yang telah dibayarkan sebanyak Rp1,56 miliar untuk 104 korban meninggal dunian biaya pengobatan korban luka-luka dan santunan korban cacat tetap.

Terjadi penurunan sebesar 13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2011 dengan nilai santunan sebesar Rp1,80 miliar, ada penurunan sebesar Rp240,13 juta.

Menurut Hairil penurunan jumlah korban kecelakaan lalu lintas baik yang meninggal dunia, luka-luka maupun cacat tetap sebanyak 408 orang atau turun 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan jumlah korban maupun nilai santunan tersebut merupakan yang terbesar dalam empat tahun terakhir bahkan mungkin sejak beroperasinya Jasa Raharja di Provinsi NTB. Pada 2012 ini kami bersama mitra kerja akan melanjutkan kegiatan sosialisasi hingga ke pelosok desa di NTB guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan berlalu lintas di jalan raya termasuk penggunaan helm standar nasional Indonesia bagi pengendara sepeda motor," kata Hairil.

Karena itu, katanya, Jasa Raharja NTB bersama seluruh mitra kerja baik jajaran Polda, Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah dan Organda akan terus berikhtiar menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya dengan menggalakkan sosialisasi sampai pelosok desa, ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

 

ru hP& aLxn�pd�ura mengingat kapal-kapal pengangkut BBM ke Timika mengambil BBM di Ambon dan Tual, Maluku Tenggara.