ENG
PDF Print E-mail
There are no translations available.

Produk Domestik Padang Capai Rp 919,48 M


 

Produk_Domestik_Padang_Capai_Rp_91948_MPadangpanjang - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, sesuai harga berlaku mencapai Rp919,48 miliar pada 2010, sementara atas dasar harga konstan pada tahun yang sama sebesar Rp420,84 miliar.

"Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,54 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangpanjang, Muhammad Hudaya, Selasa (7/2).

Dia mengatakan, peningkatan tersebut terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor jasa-jasa sebesar 25,82 persen. Angka itu sedikit mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 25,70 persen.

"Besarnya kontribusi sektor jasa-jasa terutama didukung oleh besarnya peranan subsektor pemerintahan umum yang memberikan konstribusi sebesar 17,80 persen," katanya.

Kondisi yang demikian dari perkembangan mencerminkan produksi riil pada masing-masing sektor (lapangan usaha), karena nilai tambah yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas yang dihasilkan.

Sedangkan pertumbuhan paling rendah dialami sektor pertambangan dan penggalian yang hanya 0,29 persen.

Sumber utama pertumbuhan ekonomi Padangpanjang adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 7,54 persen, lalu sektor jasa-jasa 7,40 persen, sektor-sektor lain memberikan sumbangan di bawah enam persen.

Gambaran ini, kata Muhammad Hudaya, mencerminkan bahwa trend proses produksi dalam menghasikan berbagai barang dan jasa pada berbagai sektor ekonomi cenderung meningkat, meski tidak sebesar tahun sebelumnya.

"Terjadi variasi pertumbuhan berbagai sektor mengindikasikan bahwa sektor produksi tetap berjalan dan tumbuh dalam melayani permintaan domestik, khususnya rumah tangga sebagai segmen konsumen terbesar," katanya.

Dia menyebutkan, lapangan usaha di Padangpanjang ada sembilan sektor, yakni sektor pertanian, pertambangan dan penggalaian, industri pengolahan, listrik dan air bersih, bangunan atau konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta jasa-jasa.

Kendati demikian, imbuhnya, hanya lima dari sembilan sektor yang menjadi penentu peningkatan ekonomi Kota Padangpanjang, yakni sektor bangunan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa.

Pertumbuhan ekonomi, kata dia, juga dapat menjadi indikator untuk mengukur kinerja ataupun evaluasi pembangunan yang telah berjalan, guna menyusun rencana pembangunan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

"Pertumbuhan ekonomi dibangun berdasarkan agregat dari pertumbuhan sektor-sekor ekonomi yang ada," katanya.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tercipta pada suatu daerah sangat bergantung pada kemampuan daerah tersebut dalam menigkatkan produksi sektoralnya.

"Peningkatan produksi sektoral sangat menentukan peningkatan 'out put' sektoral. Dengan meningkatnya 'out put' sektoral, maka akan bertambah juga perkembangan nilai tambah masing-masing sektor yang terjadi selama periode tersebut," katanya.